lelah letih sudah aku berjalan
sepi sendiri aku rasa
Ramai, penuh, sesak, tapi mengapa aku merasa kesepian?
Apakah keramaian itu nyata atau hanya fatamorgana?
Tertatih, terseok langkah ini
Tapi aku tetap berusaha melangkah
Seperti ada seberkas cahaya
Aku coba mendekat
Pelan, tapi pasti
Semakin aku dekati, berkas cahaya itu semakin menjauh
Ah, gusar rasa hati ini
Dan gundah pun mulai datang melanda
Mencoba menyibak gundah dalam hati
Terus melangkahkan kaki dengan pasti
Tapi kabut tebal datang menghampiri
Semakin menutup seberkas cahaya yang hampir aku dapati
Aku tidak ingin seperti ini!
Teriakku dalam hati, hanya bisa dalam hati
Tak satupun yang mendengar
Tak ada yang menghiraukan aku
Terduduk, bersimpuh…
Air mataku terjatuh
Hatiku pun menjerit, Allah…tolonglah hambamu ini
Jangan biarkan aku seorang diri
Aku takut, jeritku dalam hati
Sambil sesenggukan aku menangis
Sesak rasa di dada
Aku pun terjatuh
Tersadar
Terbangun aku dari rintihan doaku
Sajadahku dan mukenah ku pun basah oleh air mataku
Ternyata, aku larut dalam doaku
ربنا هبلنا من ازواجنا ودريتنا قرة اعيون
وجعلنا للمتقين امام
Tarakan, 07 Oktober 2010